PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi KesehatanBioetika

Aborsi Elektif

elective abortion

Ringkasan Singkat

Pengakhiran kehamilan secara terencana dan prematur dengan pengangkatan janin, baik melalui pembedahan maupun penggunaan obat-obatan.

Aborsi elektif merujuk pada prosedur medis yang direncanakan untuk mengakhiri kehamilan sebelum janin mampu bertahan hidup di luar rahim. Prosedur ini dilakukan berdasarkan keputusan pribadi individu yang hamil, bukan karena alasan medis yang mendesak bagi nyawa sang ibu (meskipun batasan ini sering tumpang tindih dalam diskusi hukum dan etika).

Secara medis, aborsi elektif dapat dilakukan melalui dua metode utama: intervensi bedah (seperti aspirasi vakum) atau penggunaan regimen obat-obatan yang menginduksi pengeluaran janin secara kimiawi. Topik ini merupakan subjek perdebatan yang intens dalam bidang etika medis, psikologi klinis, dan kebijakan publik.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • World Health Organization (WHO). (2022). Abortion Care Guideline.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback